Silakan tunggu 5 detik...

Mahasiswa Sulit Dapat Pekerjaan Karena 5 Kesalahan Ini. Hati-hati dengan nomor 5!


Portrait of a laughing girl in dress and eyeglasses standing and holding a book isolated over white background

Mahasiswa dengan lulusan terbaik dan IPK yang tinggi belum tentu akan dapat pekerjaan dengan mudah, apalagi yang IPK rendah. hehe..

Pasalnya di era saat ini, persaingan bisnis semakin ketat. Perusahaan pun tak hanya mencari kandidat yang pintar secara akademi untuk dijadikan karyawan. Ada 5 kesalahan yang harus dihindari oleh fresh graduate agar tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan.

1.) Pasang standar gaji terlalu tinggi

Dari hasil observasi ke bagian SDM dan pemimpin perusahaan, Rencanamu menyimpulkan bahwa hampir semua perusahaan menetapkan gaji yang sama untuk fresh graduate, tanpa pandang IPK atau prestasi di kampus.

Jadi, kalau pelamar memasang standar gaji yang lebih tinggi dan memilih tidak mau bernegosiasi hanya karena nilai IPK tinggi, kemungkinan akan lebih sulit diterima bekerja.

Menetapkan gaji di atas rata-rata bisa membuat kamu kalah saing dengan kandidat dengan IPK yang tak jauh beda namun bersedia negosiasi.

Sebaiknya selipkan penyampaian bahwa gaji yang akan kalian terima bergantung pada kebijakan perusahaan. Contoh begini. “Dengan background dan ijasah saya, jika saya diterima saya ingin gaji 5 juta. Namun saya pun akan mengikuti bagaimana kebijakan yang ada pada perusahaan ini”

2.) Pengalaman magang kurang berkesan

Selama magang mungkin kamu akan diminta scan dokumen, membungkus goodie bag, atau diminta mendokumentasikan kegiatan perusahaan. Walau terkesan “receh”, namun pengalaman magang adalah pintu gerbang untuk mendapat pekerjaan.

Karena perusahaan juga memiliki penilaian terhadap kinerja kita, bagaimana akan diberi pekerjaan yang besar jika pekerjaan yang terkesan “receh” saja kita ga sanggup menyelesaikannya dengan baik.

Kalau saat magang kamu sudah menolak pekerjaan yang kamu anggap terlalu “sepele” dan memberi kesan buruk, bisa jadi perusahaan tak akan memberi rekomendasi baik. Sebaliknya, jika kamu cekatan saat magang, perusahaan tak akan segan menawarkan posisi lowong saat kamu lulus nanti.

3.) “One Man Show”

Kamu mungkin tipe yang sangat hebat dalam mengerjakan tugas kampus, tetapi bila menyangkut pekerjaan kantor, kamu tak bisa “one man show” alias bekerja sendirian.

Biasanya kemampuan bekerja sama ini akan dinilai melalui sesi interview dan psikotes. Orang yang tak bisa diajak bekerja sama umumnya rentan timbulkan konflik, sehingga berpotensi ditolak oleh perusahaan.

Jadi orang yang individual akan sulit mendapatkan pekerjaan. Biasakan bangun kerja sama tim ya sobat Onkarir!

4.) Komunikasi Buruk

Walaupun super pintar, ada orang yang kemampuan komunikasinya buruk, seperti kata-kata yang tidak “disaring”, suka memaksakan pendapat, dan lebih senang bertengkar ketimbang menerima pendapat yang tak sejalan.

Sama seperti poin sebelumnya, kemampuan berkomunikasi juga bisa dinilai pada saat wawancara kerja atau psikotes. Komunikasi yang buruk akan membuat kalian memiliki minus di mata HRD.

5.) Perilaku di media social

Tak kalah penting, di era digital pihak HRD atau SDM kerap mengecek media sosial milik calon karyawan. Di media sosial, orang cenderung menjadi diri sendiri, maka dengan cara itulah perusahaan melihat bagaimana sikap asli kamu dalam bersosialisasi.

Banyak perusahaan yang enggan menerima karyawan yang kerap mengujar kebencian, SARA, maupun berkata kasar di media sosial. Sebab, perilaku ini bisa saja terjadi di dunia nyata dan menyebabkan konflik di tempat kerja. Gunakan media social kalian untuk hal yang positif ya sobat Onkarir.

Gimana nih udah tau kan tips yang perlu dihindari supaya tidak sulit mendapatkan pekerjaan.
Nah, untuk info lowongan kerja kalian bisa cek di website Onkarir yah!
https://onkarir.com/