Silakan tunggu 5 detik...

10 Perbedaan Karyawan dengan Pengusaha


Menjadi pengusaha atau karyawan itu memang pilihan yang sulit. Tetapi, Untuk memutuskannya, Anda harus memperhatikan pola pikir, tujuan Anda bekerja serta kebiasaan atau tingkat kenyamanannya. Karena, kedua pilihan tersebut memiliki tantangan yang berbeda.

Beberapa orang kadang terlalu menyepelekan dan menyebut bahwa karyawan adalah Pengikut, sedangkan Pengusaha adalah Pemimpin (leaders). Untuk itu, ketahuilah perbedaan apa yang membedakan keduanya.

1. Karyawan Melatih Kelemahan, Pengusaha Melatih Kelebihan

Dikutip dari Entrepreneur, dalam dunia kerja kita diarahkan untuk bisa melakukan berbagai macam tugas agar lebih efisien. Caranya, dengan melatih suatu hal yang belum atau kurang kita kuasai agar bisa dikerjakan.

Begitu Sebaliknya, di dunia usaha para pelaku bisnis akan mengembangkan apa yang menjadi kelebihan dari diri mekeka sendiri. Dengan begitu produk atau jasa yang dijual akan semakin berkembang.

2. Mengarahkan dan Diarahkan

Dalam menjalankan suatu pekerjaan, karyawan akan mendapatkan sejumlah petunjuk dan solusi. Sementara itu, pengusaha harus mencari solusi untuk membuat bisnisnya tetap hidup dan berjalan baik.

Jika Anda lebih suka diarahkan, sekarang saatnya untuk belajar mengarahkan orang lain. Mulai dari aktivitas yang paling kecil terlebih dahulu.

3. Karyawan Merasa Terancam dengan Orang Pintar, Pengusaha akan Merekrutnya

Dalam dunia kerja yang ketat, sudah pasti seleksi alam akan terjadi pada suatu saat. Di mana yang pintar akan tergeser dengan yang lebih pintar. Tentu ini bakal menjadi ancaman bagi siapa pun, termasuk yang pintar.

Apabila karakternya diubah menjadi seorang pebisnis, pasti kita akan mencari orang yang lebih pintar dari sebelumnya guna menghasilkan sesuatu secara lebih produktif.

4. Tanggung Jawab Sendiri dan Semuanya

Positif atau negatif, pengusaha harus mampu menanggung semua risiko usaha yang ada. Sedangkan karyawan harus bertanggung jawab untuk hal yang menjadi tanggung jawab.

5. Karyawan Berusaha Perfeksionis, Pengusaha Berusaha Bangkit

Karyawan yang bekerja di suatu perusahaan akan terus diawasi oleh atasan mereka untuk meminimalkan terjadinya kesalahan. Karena jika tidak, akan berpengaruh terhadap semua tim. Sedangkan dalam diri seseorang entrepeneur ditanamkan rasa untuk mau mencoba dan tidak takut untuk gagal.

6. Benci dan Bersahabat dengan Kegagalan

Bagi pengusaha, kegagalan adalah sarana untuk belajar menempuh kesuksesan. Sedangkan karyawan, sering menganggap kegagalan sebagai musuh yang harus dihindari.

7. Karyawan Seorang Multitasking, Pengusaha Monotasking

karyawan dan pengusaha

Jika dihadapkan pada suatu pilihan, umumnya para karyawan akan mencoba ke hal yang lebih menarik, karena mereka takut kesempatan tersebut tidak akan datang kembali. Bagi wirausahawan fokus pada yang sedang dikerjakan lebih penting di bandingkan mencoba hal yang belum tentu berhasil baginya.

8. Pengusaha Percaya pada Musim, Karyawan Percaya pada Keseimbangan

karyawan dan pengusaha

Keseimbangan hidup dan kerja adalah idaman setiap karyawan. Namun, pengusaha tahu bahwa keseimbangan tidak dapat dicapai. Alih-alih mencari keseimbangan, mereka percaya bahwa untuk unggul dalam satu bidang kehidupan mereka, orang lain akan menderita. Mereka menerima bahwa kehidupan mereka berputar seperti musim.

9. Karyawan Mengincar Jenjang Karier, Pengusaha Mengejar Peningkatan Bisnis

karyawan dan pengusaha

Mengutip dari Huffpost, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik salah satu cara bagi seorang karyawan ialah dengan bekerja keras mendapatkan jenjang karier. Pola pikir seperti itu sudah pasti akan tertanam dalam dirinya. Sedangkan bagi pelaku usaha mereka akan mencari cara bagaimana bisnis yang dijalani mampu untuk berkembang. Caranya bukan cuma dengan bekerja keras, tapi juga melahirkan ide yang kreatif dan inovatif.

10. Karyawan Melihat Uang adalah Waktu, Pengusaha Melihat Waktu adalah Uang

karyawan dan pengusaha

Karakter pengusaha vs karyawan yang terakhir dilihat dari bagaimana mereka memandang nilai uang dan waktu. Kamu pasti pernah mendengar istilah time is money? Nah, kata-kata ini sangat cocok menggambarkan karakter seorang pengusaha karena semua waktu yang mereka lakukan semata-mata untuk berinvestasi pada produk yang dikembangkan.

Sebaliknya bagi karyawan, mereka hanya mengharapkan uang sebagai timbal balik atas waktu yang telah dihabiskan untuk mengerjakan tugas. Jadi buat karyawan, istilahnya menjadi money is time.