Silakan tunggu 5 detik...

Mengatur Uang dengan Tepat Melalui Budgeting Penghasilan


Halo Sobat Onkarir, gimana kabarnya? Semoga sehat selalu yaa. Guys tahu enggak sih apapun pekerjaan atau bisnis yang kita geluti saat ini, mengatur uang adalah suatu hal yang harus dilakukan secara tepat lho. Hal ini bertujuan agar seberapa banyak pun penghasilan, kebutuhan dan keinginan tetap terpenuhi tanpa merugikan Sobat sendiri.

Ligwina Hananto yang merupakan Founder dan CEO QM Financial dalam podcast Raditya Dika menyebutkan 5 hal penting terkait budgeting penghasilan. Berikut ulasannya!

Mengatur Uang Dengan Membatasi Cicilan Hutang

Dengan mengasumsikan penghasilan Sobat sebanyak 100%, maka kiat mengatur uang yang pertama adalah dengan membatasi cicilan hutang maksimal sebesar 30%. Bagi sebagian orang, mengambil cicilan adalah hal yang tak terhindarkan. Namun, supaya Sobat tidak terjebak dalam tumpukan cicilan hutang yang bisa membahayakan keuangan mending dari sekarang batasi cicilan hutang maksimal 30% dari total keseluruhan penghasilan Sobat.

Pengeluaran Rutin Harian

Usahakan semaksimal mungkin untuk mengatur pengeluaran rutin harian dalam kisaran 40-60% dari total penghasilan. Ingat ya Sob, bahwa pengeluaran rutin berarti pengeluaran yang sifatnya pokok dan memang dibutuhkan secara rutin. Sehingga, pastikan Sobat memprioritaskan hal yang perlu diprioritaskan.

BACA JUGA : Kamu Ingin Jago Public Speaking, Ini Tipsnya

Menabung dan Investasi

Setiap orang baik pebisnis atau bukan, selalu dihimbau untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung atau dijadikan investasi. Hal ini benar adanya. Bahkan hal ini juga termasuk dalam poin budgeting penghasilan menurut Ligwina Hananto dalam podcast Raditya Dika. Ligwina Hananto menyampaikan bahwa perlu menyisihkan 10-30% penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan. Hal ini sudah termasuk seperti tabungan pendidikan anak, dana darurat, dan lainnya.

Budget Amal

Terlepas dari agama apapun yang di anut, dana amal juga tetap perlu di perhitungkan dalam mengatur budget penghasilan. Hal ini bisa termasuk dana zakat, sumbangan rutin panti asuhan atau panti jompo, atau sumbangan korban musibah pandemi Covid-19. Sobat bisa menyisihkan budget untuk amal sebanyak 2,5% dari total penghasilan.

Dana Bersenang-senang

Siapa yang tak butuh bersenang-senang? Rasanya setiap orang pasti butuh waktu dan uang untuk melakukan kegiatan refreshing sejenak dari kesibukan mencari penghasilan. Hal ini tentu sah-sah saja. Bahkan termasuk juga dalam budgeting penghasilan. Ligwina Hananto menghimbau untuk menyisihkan 20% dari total penghasilan. Hal ini termasuk kegiatan seperti nongkrong, langganan streaming, nonton bioskop, dan lainnnya.

Nah, itu dia poin-poin yang perlu Sobat perhatikan dalam mengatur uang melalui budgeting penghasilan menurut Ligwina Hananto dalam podcast Raditya Dika. Semoga dengan membaca ini Anda semakin yakin bahwa memiliki financial planning yang baik bukan berarti Anda terjebak dalam larangan dan tidak bisa bersenang-senang. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA : Instagram Luncurkan Uji Langsung Video yang Lebih Panjang di Stories