Silakan tunggu 5 detik...

Duit Dikit Tapi Gengsinya Selangit


Sobat Onkarir tahu enggak sih? Kalo gengsi itu bentuk kufur nikmat, lho kok bisa? Karena tanpa disadari, kita tidak bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Selalu mau lebih dari apa yang sudah kita punya cuma demi pengakuan manusia.

Engga capek? Gengsi itu memang nyeremin ya, bikin hidupmu kamuflase, maksain diri biar memenuhi ekspektasi sesama manusia. Engga cuma bohong sama orang lain tapi sama diri sendiri juga lho. Ketika gengsi yang dikedepankan, akan ada banyak hal buruk yang bisa menimpa diri Sobat. Berikut ini beberapa contohnya.

1) Menghilangkan Peluang

Salah satu dampak dari terlalu mementingkan gengsi adalah bisa membuatmu kehilangan peluang. Beberapa kali tawaran kerja ditolak dengan alasan bergaji kecil. Padahal gaji kecil selama itu masih dalam batas wajar, tak mengapa dibanding tak bekerja sama sekali menimbang Sobat yang masih nol pengalaman.

Untuk apa gengsi dipelihara jika malah membuat Sobat tak punya harta. Mau ke mana-mana masih saja minta pada orang tua, padahal jika Sobat menerima tawaran kerja yang dulu, Sobat sudah bisa berpenghasilan dan jadi lebih mandiri.

2) Hidup Jadi Penuh Masalah

Tak ada faedahnya hidup dengan mengedepankan gengsi. Justru bisa membuat Sobat terus-menerus terimpit masalah. Gaji selalu habis untuk bayar cicilan, tak ada tabungan, boro-boro memikirkan investasi, yang ada malah hutang di sana-sini. Semua itu disebabkan bela-belain ke luar negeri atau membeli HP canggih terkini, hingga tas mewah supaya dibilang sosialita.

BACA JUGA : Pekerjaan Freelancer yang Banyak Dicari

3) Menghalalkan Segala Cara

Dampak buruk dari terlalu mementingkan gengsi adalah jadi gelap mata. Demi mencapai tujuannya, rela menghalalkan segala cara. Supaya bisa membiayai gaya hidup yang selangit, bahkan sampai tak malu jual diri atau melakukan hal-hal kontroversi demi meraih popularitas yang nantinya berujung duit.

4) Menghambat Perkembangan Diri

Orang yang gengsinya tinggi, biasanya sangat anti kritik. Diberi saran bukannya malah berterima kasih, tapi malah membela diri bahwa apa yang dilakukannya sudah benar. Pola pikir sempit seperti itu, merasa bahwa dirinya selalu benar pada akhirnya akan menghambat dirinya untuk berkembang. Karena sudah keras kepala dengan metode yang diyakini dan menutup pintu dari kemungkinan perbaikan atau peningkatan.

5) Cenderung Menghibur Diri Dengan Cara Yang Salah

Menggunakan mobil mahal, tinggal di apartemen mewah, atau memakai pakaian dengan baju dari desainer ternama, tak menjamin akan merasakan kebahagiaan sejati apabila semua itu ditujukan untuk memenuhi gengsi. Karena hal tersebut sama saja menjalani hidup dengan standar orang lain. Akibat sering membohongi diri sendiri dan hidup terus berselimutkan topeng kepura-puraan, membuat orang yang mementingkan gengsi cenderung menghibur diri dengan cara yang salah. Misalnya menggunakan narkoba atau minum-minuman keras supaya bisa terlepas dari kekosongan dalam dirinya dan bisa merasakan apa itu kebahagiaan meskipun hakikatnya semu.

Yuk, rubah mindset dengan “gaya hidup jadi kebutuhan utama hidup”. Lebih baik hiduplah apa adanya, karena hidup Sobat bukan perkara menyenangkan.”

BACA JUGA : Tiktok Akan Melampaui 1,5 Miliar Pengguna Pada 2022