Kerusuhan Wamena September 2019

September 29, 2019 News

Kerusuhan wamena yang terjadi pada bulan september telah menimbulkan banyak kerugian mulai dari materil dan jiwa.




Pada Senin (23/9) lalu telah terjadi kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua dalam rangka aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan peserta yang berujung perusakan fasilitas publik hingga kantor bupati setempat.

“224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah dibakar,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal. Sampai Selasa (24/9/2019) malam, telah ditemukan 28 dan 70 orang luka-luka. Selain itu, sekitar 5.000 warga mengungsi di 4 titik pengungsian.

Kerusuhan pada unjuk rasa tersebut diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Sementara menurut Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja alasan masa melakukan aksi anarkistis di Wamena diduga karena hoax bernada rasis. Hoax yang menyebar lewat media sosial tersebut saat ini sedang ditelusuri oleh polisi. .

Terdapat tujuh dalang kerusuhan di Wamena yang saat ini telah diamankan oleh polisi dan sedang menjalani pemeriksaan. Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Kerusuhan ini menyebabkan warga luar Papua minta dievakuasi karena takut terkena kerusuhan. Ratusan warga asal luar Papua atau pendatang dievakuasi keluar oleh TNI dari Wamena. Mereka dievakuasi ke kampung halaman masing-masing karena kondisi di Wamena sedang tidak kondusif pasca-rusuh pada Senin (23/9).