Mengapa masih ada penipuan undangan Interview

July 19, 2020 Uncategorized

Semua para Job Seeker akan sangat senang jika mendapatkan undangan interview kerja. Karena interview adalah kesempatan untuk para job seeker mendapatkan pekerjaannya dalam sekali langkah lagi.




HR manager having interview with applicant, view from above

Di perusahaan biasanya akan memberikan sebuah test terlebih dahulu kepada para pelamar sebelum masuk ke tahap wawancara tersebut. Dan jika mendapatkan undangan interview artinya Anda akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Namun modus undangan interview dan penipuan masih banyak dilakukan oleh para orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi bagi para freshgraduate harus berhati-hati kepada para modus seperti itu. Untuk itu kalian harus memilah mana undangan pekerjaan yang benar dan tidaknya.

Modus ini sangat merugikan, biasanya para job seeker akan dimintai uang seperti biaya akomodasi atau tiket kendaraan untuk interview diluar kota dan sebagainya. Karena pada dasarnya tidak ada interview yang memungut biaya apapun itu.

Lalu modus seperti itu dinamakan apa? Modus tersebut bisa dibilang atas Scammer. Apa itu Scammer?

Scammer adalah penipu yang mengatasnamakan sebuah perusahaan tertentu yang sedang posting iklan lowongan. Mereka melakukan sebuah penipuan ke para Job Seeker dengan cara mengundang para Job seeker untuk datang Interview. Biasanya dengan embel-embel biaya. Tentu saja yang Scammer incar adalah uang para Job Seeker.

Kenapa masih banyak penipuan berkedok undangan Interview? Karena pada dasarnya masih banyak para pencari kerja yang memang betul-betul membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kehidupan nya. Maka tidak heran jika mereka sangat membutuhkan hal tersebut demi keluarga dan kehidupan nya.

Modus yang sering dilakukan oleh para Scammer ini biasanya adalah mengundangan interview di luar kota domisili para kandidat. Misalnya seperti orang desa yang diundang untuk interview di luar kota yang jauh. Dari situ mereka mengambil keuntungan seperti biaya tiket atau akomodasi.

Dan masih banyaknya undangan penipuan seperti ini juga terhubung dengan adanya tingkat pengangguran yang tinggi di Indonesia.